Advertisement
Wednesday, 08 September 2010
SmallMediumLarge
Home arrow Citizen Journalism arrow Pemkab Purbalingga Kembali Berulah
Pemkab Purbalingga Kembali Berulah PDF Print E-mail
Tuesday, 15 December 2009

Di penghujung tahun, Pemerintah Kabupaten Purbalingga melalui dinas baru yaitu Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga kembali berulah. Pemkab seperti tak habis-habisnya menguji kesabaran para pecinta film yang tergabung dalam wadah Cinema Lovers Community (CLC). Kali ini, ulah dinas adalah terkait penyelenggaraan Gelar Budaya, Pariwisata, dan Expo 2009 dalam rangka Hari Jadi Purbalingga yang ke-179. Sudah sejak even ini dihembuskan beberapa bulan silam, tanpa ada permintaan secara formal, dinas mengklaim akan memutar film-film pendek dari CLC

Tidak hanya itu, waktu, tempat dan materi film apa yang hendak diputar pun telah ditentukan sendiri oleh pihak dinas dan publikasi pun telah tersebar kemana-mana. Hanya beberapa kali saja dinas meminta secara lisan soal keterlibatan CLC dalam even gelar budaya tersebut. Dan kami selalu menjawab dengan meminta surat resmi soal keterlibatan itu. Namun pihak dinas tak pernah menggubrisnya.

Kami menilai pertama, Pemkab menganggap CLC hanya komunitas main-main yang tidak mempunyai kekuatan legal formal sehingga untuk berurusan dengan CLC tak perlu repot dengan formalitas segala. Ya, kami mengakui, CLC memang bukan lembaga formal yang bahkan tidak terdaftar di Kesbanglinmas sekalipun.Namun selama ini, dalam kerja-kerja kreatif kami, berusaha untuk tidak melupakan formalitas. Bagaimana kami akan turut berpartisipasi dalam even gelar budaya bila tidak ada konsep secara tertulis yang masuk kepada kami?Kedua, Pemkab lupa bahwa menempatkan CLC untuk memutar film di Operational Room adalah kesalahan fatal. Ruang di komplek Pendapa Kabupaten itu menyimpan traumatik bagi CLC sejak tiga tahun silam.
Sampai detik ini belum ada surat pencabutan pelarangan CLC menggunakan gedung milik rakyat itu.Artinya, bila dinas meminta CLC memutar film-film pendeknya di tempat itu, pihak Pemkab harus mencabut surat larangan CLC soal penggunaan Operational Room yang dikeluarkan pada tahun 2006 silam dengan menerbitkan surat baru. Bila tidak, CLC masih berstatus sebagai komunitas terlarang dalam menggunakan gedung milik rakyat itu.Ketiga, even Gelar Budaya, Pariwisata, dan Expo 2009 adalah milik Pemkab karena even organizer-nya adalah pihak dinas, artinya bila dinas ingin melibatkan elemen masyarakat, selayaknya harus proaktif. Ini jadi semacam siapa membutuhkan siapa.Dari ulah Pemkab Purbalingga ini, mengindikasikan bahwa tidak ada niat baik dari pemkab untuk merangkul anak muda Purbalingga yang selama ini mengharumkan nama Purbalingga melalui karya-karya film pendek.
Pemkab melalui dinas hanya memanfaatkan apa yang telah diperbuat anak muda yang kreatif..Kejadian TerkiniSelasa, 15 Desember 2009, pukul 12.00 WIB adalah waktu terakhir pengumpulan produk unggulan sekolah ke Sekretariat Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Purbalingga. Salah satu SMA di Purbalingga yaitu SMA Negeri 1 Bobotsari adalah sekolah yang siswanya aktif dalam memproduksi film-film pendek melalui komunitas bernama Bozz Community..Perlu diingat bahwa tidak ada satu SMA pun di Purbalingga yang memiliki komunitas film secara formal, semacam ekstrakulikuler, yang bernaung di bawah nama sekolah.
Pihak SMA Negeri 1 Bobotsari meminta Bozz Community untuk menyerahkan karya-karya film pendek untuk diputar pada even Expo, 20-26 Desember 2009, di Stadion Guntur Daryono Purbalingga tanpa surat resmi.Rupanya ini trik baru dari Pemkab melalui Dinas Pendidikan menginstruksikan kepada MKKS yang kemudian turun ke SMA-SMA untuk menyerahkan produk unggulan dari sekolah-sekolah tersebut, termasuk karya-karya film pendek.
Bowo Leksono
Direktur Cinema Lovers Community
Hp. 08128062020
laleks_film@yahoo..com
http://clc-purbalingga.blogspot.com
Comments
Add New Search RSS
WONG NDESA   |Dikirim sekang IP:125.166.253.xxx |2010-08-23 20:57:01
KAMPRET LAH.....nek kreatif, diputar nang alun2 pbg rapapa.....dasar kampret,bisane menghujat Pemkab.Tapi bareng wis diwenehi dhuwit mbusleng......
Irawan  - padabaen   |Dikirim sekang IP:124.81.236.xxx |2010-08-24 13:03:03
ya nek kaya kiye padabaen.... Kye sing nduwe tulisan malah ora njedul njedul..
Filmaker Purbalingga SMU 3  - Yang sesungguhnya ternyata terbalik   |Dikirim sekang IP:118.96.136.xxx |2010-07-17 23:28:33
Begitu tahu yang sebenarnya ternyata bikin aku kaget: Pemkab PBG tidak melarang tetapi meminta agar gedung tersebut digunakan secara sopan. Namun karena didukung oleh seringnya proposal Mas Bowo untuk
minta sumbangan dana tidak di kabulkan Pemkab, sehingga akumulasi kekecewaan itu bercampur jadi satu dan jadilah Bioskop Kita Lagi Sedih. Menuesatkan isu yang jitu untuk mengangkat popularitas. Pas
dan Jitu, meski sedikit curang
Wahdin Al-Buhkari Ijamtin  - Yang penting jangan keseringan jadi kesannya membo   |Dikirim sekang IP:118.96.136.xxx |2010-07-17 23:23:40
Ya benar, yang penting jangan keseringan pake isu itu itu saja,jadi kesannya norak getu lho
Indra Wijaya IKJ  - Memanfaatkan konflik untuk popularitas, Tradisi Ku   |Dikirim sekang IP:118.96.136.xxx |2010-07-17 23:20:56
Memanfaatkan konflik untuk popularitas, Tradisi Kuno Masyarakat Primitif.
Jika publisitas tersebut diulang ulang, terkesan terjadi stagnasi kreativitas dan sekedar numpang isu lama
Khairu  - Promosi Gratiss utk CLC   |Dikirim sekang IP:114.120.227.xxx |2010-01-03 17:11:35
Hmmm...dapat dimengerti kekesalan dan keluh kesah bos bowo...namun ada bagusnya jg lhoo kang...itu sbg promosi gratis utk lebih memasarkan produk2 film lokal yang sudah dibuat oleh anak2 PBG.
Skarang-skarang ini lg tren utk mempromosikan produk termasuk buku ataupun film melalui media masa yang mengehbohkan dan kontrovesi...kalo begini kang bowo datengi ato minta saja wartawan koran atao
pun TV...lumayan buat panejenengan yang semakin bersinar di dunia perfileman...bahkan suatu ketika saya pergi ke Jkt dan bertemu salah satu dosen IKJ kalo ga salah dan nama penjenengan sangat bermakna
bagi mereka...ayooo kang bowo buat karya2 yg lebih besar lagi!.....
salam,
Khairu
endangsucihart  - sabar   |Dikirim sekang IP:114.125.127.xxx |2009-12-29 15:39:57
sabar mas bowo bisa dibicarakan dengan baik ,kemudian setelah diputar filmnya ,keuntungannya jadi masyarakat tahu ternyata anak muda pbg pinter dan kreatif bisa membuat film walaupun cuma pendek,yang
tidak tahu seperti saya jadi tahu ternyata ada CLC,sukses selalu.
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Thursday, 21 January 2010 )
 
< Prev   Next >
 

gayatri.gif 

Outward  Klik spanduk lihat untuk detail!


General Editorial Editor Copy of Jajanan
Banyumas Arts Banyumas Arts Banyumas has various unique arts and cultural aspects. From the magical Ebeg Show which now still being the main cultural show to modernize one like the "Kentongan Orchestra" which is a bamboo musical instrument that played in mass parade. Behind its unique language, this region has the richness of the welknown Javanese culture. The Scultpture arts from Banyumas is not as popular as other part of Java like Jogjakarta with its Prambana...Readmore

Domain gratis www.jenengerika.co.cc

Sing gawe website: topendwebdesign.com.au

te

BangsariBlog

  Blogger Bangsari
 





  infin.gif 

I love BMS

  ilovebms.jpg
 

Think Green

  thinkgreen_big.gif
 

  email: tom_blenk@yahoo.com