Main
Banyumas Arts
| Banyumas Arts |
|
|
|
| Wednesday, 07 January 2009 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Banyumas has various unique arts and cultural aspects. From the magical Ebeg Show which now still being the main cultural show to modernize one like the "Kentongan Orchestra" which is a bamboo musical instrument that played in mass parade. Behind its unique language, this region has the richness of the welknown Javanese culture. The Scultpture arts from Banyumas is not as popular as other part of Java like Jogjakarta with its Prambanan or Magelang with the wonderful Borobudur but the dancing and audio arts of Banyumas is still interesting to see.
Pertunjukan Ebeg yang
Magis
Ebeg, adalah tarian unik khas Banyumas yang menggunakan kuda kepang sebagai
alat tariannya. Tari ini menggambarkan kegagahan prajurit berkuda dengan segala
atraksinya. Dalam pertunjukkannya ebeg diiringi oleh gamelan yang lazim disebut
bendhe. Hal yang paling menarik dari tarian ini adalah ketika para penarinya
kerauhan atau kemasukan roh yang dikendalikan oleh para dukun Ebeg. Mereka akan
melakukan apa saja yang diminta oleh sang Dukun. Dari makan makanan yang tidak
wajar seperti beling, atau serabut kelapa atau daun daunan sampai memanjat
pohon kelapa dengan cepat akan mereka lakukan. Pertunjukan magis ini akan
semakin seru ketika seorang penonton “ketempelan” roh dan menjadi salah satu
penarinya. Jadi hati hati ketika anda menontonnya, jangan terlalu dekat kalau
tidak mau ketempelan. Atau justru anda ingin berpetualang dengan cara ikut ketempelan?? Tapi santai saja, itu hanya
salah satu rangkaian dari scenario sang dukun.
Tari Lengger/Lengger Dance
Sampai sekarang Tarian Lengger Banyumasan masih menjadi budaya tari yang
melestari di daerah Banyumas dan sekitarnya. Kesenian ini umumnya disajikan
oleh dua orang wanita atau lebih. Pada pertengahan pertunjukkan hadir seorang
penari pria yang lazim disebut badhut, Lengger disajikan diatas panggung pada
malam hari atau siang hari dan diiringi olah perangkat musik calung. Pada
akhirnya nanti para penari ini akan mengajak anda untuk menari bersama mereka
dan tradisinya adalah ketika penonton ikut menari, mereka akan memberikan uang
saweran atau sumbangan.
Calung
Calung, yaitu perangkat musik khas Banyumas yang terbuat dari bambu
wulung mirip dengan gamelan jawa, terdiri atas gambang barung, gambang penerus,
dhendhem, kenong, gong & kendang. Dalam penyajiannya calung diiringi
vokalis yang lazim disebut sinden. Aransemen musikal yang disajikan berupa
gending-gending Banyumasan, gending
Kentongan
Kenthongan
yang sering disebut thek-thek banyumasan merupakan kesenian tradisional yang
dilakukan oleh sekelompok orang yang biasanya berjumlah lebih dari 10 orang.
Kesenian tradisional ini menggunakan bambu yang digunakan sebagai alat musiknya.
Bambu tersebut dibentuk sedemikian rupa sehingga jika dimainkan akan mengeluarkan
irama yang indah serta dikolaborasikan dengan tarian-tarian yang eksotik dari
para pemainnya. Kethongan menjadi salah satu kesenian yang menarik karena
disamping kekompakkan dalam memainkan irama, kenthongan ini juga termasuk kesenian
yang selalu digelar dan diparadekan di setiap tahun dalam rangka menyambut hari
kemerdekaan Republik
Begalan Tradition
Begalan, adalah seni tutur tradisional yang digunakan sebagai sarana
upacara pernikahan, propertinya berupa alat-alat dapur yang masing-masing
memiliki makna-makna simbolis yang berisi falsafah jawa & berguna bagi
kedua mempelai dalam mengarungi hidup berumah tangga. Biasanya pada tradisi ini
sangat disukai oleh anak anak karena mereka bisa berebutan uang receh yang
disebarkan pada akhir acara.
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Last Updated ( Wednesday, 07 January 2009 ) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||








Banyumas has various unique arts and cultural aspects. From the magical Ebeg Show which now still being the main cultural show to modernize one like the "Kentongan Orchestra" which is a bamboo musical instrument that played in mass parade. Behind its unique language, this region has the richness of the welknown Javanese culture. The Scultpture arts from Banyumas is not as popular as other part of Java like Jogjakarta with its Prambanan or Magelang with the wonderful Borobudur but the dancing and audio arts of Banyumas is still interesting to see.






