Wednesday, 08 September 2010
Home
Blog Profile
Purbalingga Film Festival, Blogspot
Blog Profile
Purbalingga Film Festival, Blogspot
| Purbalingga Film Festival, Blogspot |
|
|
|
| Wednesday, 25 February 2009 | |
|
Oleh: Bowo Leksono
Purbalingga
Film Festival merupakan program tahunan Cinema Lovers Community (CLC)
sebagai salah satu bentuk komitmen terhadap perkembangan film pendek di
Indonesia. Festival ini pertama kali digelar pada Juli 2007 dengan nama
Parade Film Purbalingga. Kemudian Purbalingga Film Festival mulai Mei
2008 dengan skala Nasional. Tahun ini, Purbalingga Film Festival
kembali hadir di bulan Mei. Tepatnya; 21- 23 Mei 2009 di Hotel Kencana
dan Rumah Makan Nony Purbalingga.
Karya-karya film indie terbaik
se-Indonesia yang telah dikurasi akan menyemarakkan festival ini.
Kekuatan Purbalingga Film Festival 2009 tak hanya terletak pada
pemutaran karya, namun juga menampilkan karya-karya yang tak kalah
bergengsi dari komunitas-komunitas kecil film pendek se-Indonesia yang
hadir di program non-Kompetisi.
Di tahun ketiga ini, kompetisi
diadakan untuk menggairahkan para pembuat film pendek Pelajar SMA
se-Banyumas Besar. Secara bergulir, para penikmat film pendek akan
dimanjakan dengan suguhan program Parade Film, Layar Café, Diskusi
Film, serta stan dari beragam komunitas film pendek se-Indonesia turut
menyemarakkan pergelaran festival ini di program Bursa Film, yang
memungkinkan para pengunjung untuk lebih mengenal karya-karya para
pegiat film pendek Indonesia.
Aturan non-Kompetisi * Peserta tidak dipungut biaya. * Pendaftaran mulai 2 Januari hingga 20 April 2009 (cap pos) Syarat non-Kompetisi * Film berkategori dan bertema bebas (fiksi, dokumenter, animasi, video musik, dsb). * Berdurasi maksimal 30 menit. * Bila menggunakan bahasa asing atau lokal, wajib ber-subtitle bahasa Indonesia. * Bila menggunakan materi pihak lain dalam film, seperti musik/lagu atau potongan adegan, wajib disertai surat izin dari pihak terkait. * Film dikirim dalam format DVD atau miniDV. Film yang lolos kurasi berkesempatan diputar di program Purbalingga Film Festival 2009. Seluruh film peserta menjadi koleksi database Cinema Lovers Community (CLC). Hak cipta tetap di tangan pembuat film. Segala bentuk pemutaran film koleksi CLC akan dilakukan melalui pemberitahuan kepada pembuat film. Kelengkapan non-Kompetisi * Formulir pendaftaran yang telah diisi. * Stillphoto adegan film pendek (dalam bentuk file digital ukuran resolusi 300 dpi/JPEG dalam format CD terpisah). * Biografi singkat Sutradara dan foto diri. * Surat izin asli dari pemilik gambar/footage atau musik (komponis/musisi) bila menggunakan potongan materi karya orang lain. Kompetisi Film Pendek Fiksi SLTA se-Banyumas Besar![]() Kompetisi Film Pendek Fiksi SLTA se-Banyumas Besar merupakan rangkaian program Purbalingga Film Festival 2009 yang digelar Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga, selain program non-kompetisi. Tahun lalu, kompetisi lokal ini masih bertaraf Purbalingga dan film pemenang ditentukan oleh pilihan penonton. Kali ini, kompetisi diperluas hingga melibatkan para pelajar di eks-Karesidenan Banyumas dan dewan juri yang akan memilih 2 (dua) film pendek terbaik. Kompetisi ini dimaksudkan memberi ruang berekspresi sekaligus merangsang kegairahan pelajar SMU dalam membuat film pendek. Syarat Kompetisi Kompetisi untuk pelajar ini khusus berkategori film pendek fiksi berdurasi maksimal 15 menit dengan tema bebas. Bila karya film menggunakan bahasa asing atau lokal (Banyumasan), wajib ber-subtitle bahasa Indonesia dan bila menggunakan materi pihak lain dalam film, seperti musik/lagu atau potongan adegan, wajib disertai surat izin dari pihak terkait. Peserta mengirimkan karya film dalam format DVD atau miniDV beserta formulir yang sudah diisi lengkap paling lambat 27 April 2009 (cap pos) ke Mabes CLC: Perum Griya Abdi Kencana, Jl Sekar Cempaka Blok B No 19 Purbalingga Telp (0281)7650922. Peserta boleh mengirimkan lebih dari satu karya dalam satu amplop dan tanpa dipungut biaya sepeser pun. Film peserta yang lolos seleksi berkesempatan diputar di program Purbalingga Film Festival 2009 sembari dilakukan penjurian. Penghargaan diumumkan pada Malam Penutupan Festival pada 23 Mei 2009. Seluruh film peserta menjadi koleksi database Cinema Lovers Community, namun hak cipta tetap ditangan pembuat film. Ke depan, segala bentuk pemutaran film koleksi CLC akan dilakukan melalui pemberitahuan kepada pembuat filmnya. Workshop Produksi Film Pendek Fiksi Untuk menjaring karya film pendek yang berkualitas dari para peserta, CLC membuka kesempatan workshop sehari di empat kabupaten. Workshop atau pelatihan ini digelar setiap hari Minggu di bulan Maret 2009. Di workshop ini peserta bisa sharing bagaimana membuat film sembari menggali potensi diri. Diawali 8 Maret 2009, workshop digelar di Gedung NU Cabang Purbalingga, 15 Maret 2009 di Kabupaten Cilacap, 22 Maret 2009 di Kabupaten Banjarnegara, dan Kabupaten Banyumas pada 29 Maret 2009. Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi Heru C. Wibowo untuk Purbalingga (081391432907), Insan Indah Pribadi untuk Cilacap (08121563110), Syarif untuk Banjarnegara (081548843128), dan Sari Handayani untuk Banyumas (081931832169). RANGKAIAN PURBALINGGA FILM FESTIVAL 2009: Workshop Video Dokumenter SLTP![]()
Salah
satu rangkaian program Purbalingga Film Festival (PFF) 2009 adalah
digelarnya Workshop Video SLTP di Kabupaten Purbalingga. Program ini
sedang berlangsung setiap hari Minggu, dari tanggal 15, 22 Februari,
hingga 1 Maret 2009 mendatang, dari pagi hingga sore hari, di Gedung NU
Cabang Purbalingga.
Koordinator workshop video SMP, Nanki
Nirmanto mengatakan, workshop ini berupa pelatihan pembuatan video
dokumenter sederhana, terbuka bagi pelajar SMP/sederajat di Kabupaten
Purbalingga dengan bimbingan dari Cinema Lovers Community (CLC). “Para
peserta dibimbing dalam mengembangkan ide, melakukan riset/penelitian,
dan merancang produksi/pembuatan video dokumenter sederhana,” tuturnya.
Setelah
mendapatkan materi teori dan praktik di ruangan seputar produksi video
pada pertemuan pertama, para peserta akan melakukan riset/penelitian ke
lapangan sesuai ide yang dikembangkan melalui diskusi kelompok.
“Saya
jadi mendapat pengalaman baru, karena selama ini yang saya ketahui
penelitian itu hanya di pelajaran Biologi, seperti meneliti organ tubuh
katak. Di workshop ini kami juga dilatih berdiskusi,” ungkap Nurul Ana
Ardiani siswi SMP Negeri 1 Bobotsari.
Workshop atau pelatihan ini bertujuan lebih pada mengenalkan pelajar SMP pada teknologi audiovisual dan bagaimana memanfaatkan teknologi tersebut untuk menghasilkan sebuah karya video seperti yang selama ini mereka saksikan di layar kaca. Tercatat, sepuluh peserta dari empat SLTP yang muridnya mendaftar sebagai peserta workshop. Mereka berasal dari SMP Negeri 1 Purbalingga, SMP Negeri 3 Purbalingga, SMP Negeri 1 Bobotsari, dan SMP Istiqomah Sambas Purbalingga. Tak Dapat Dukungan Sekolah Sudah sejak awal 2009, CLC menawarkan ke beberapa sekolah terutama yang terletak di pusat Kota Purbalingga, namun tidak mendapat respon yang menggembirakan. Setelah proposal ‘ngendong’, pihak CLC pun mendatangi semua sekolah dan menanyakan respon dari sekolah.
“Rata-rata
sekolah beralasan sedang berkonsentrasi pada mata pelajaran dan
kegiatan semacam workshop yang berasal dari pihak luar harus
disesuaikan dengan kurikulum yang ada. Tentunya tidak akan ada
kurikulum SMP di Purbalingga yang sesuai dengan kegiatan membuat
video,” tutur pegiat CLC, Heru C. Wibowo.
Akhirnya, CLC memutuskan dengan atau tanpa dukungan sekolah tetap menjalankan program workshop. “Cukup dengan dukungan semangat dari peserta serta sepengetahuan dan dukungan orang tua murid. Bagaimanapun semua ini juga untuk kepentingan generasi penerus dan itu menjadi tanggung jawab kami yang selama ini bergerak di dunia video atau film,” ujarnya.
CLC
sengaja memilih video dokumenter dengan harapan, para pelajar SMP yang
masih tergolong remaja tidak sekedar belajar membuat video, tapi juga
melatih kepekaan dan kepedulian pada persoalan lingkungan sekitar. Dan
hasil dari produksi video dokumenter sederhana ini rencananya diputar
perdana di Purbalingga Film Festival (PFF) pada 21-23 Mei 2009, di
Hotel Kencana Purbalingga.
| PROGRAMI Parade Film
Memutar
puluhan karya film pendek terbaik dari para filmmaker yang telah meraih
berbagai penghargaan di ajang festival, baik yang bertaraf nasional
maupun Internasional. Meski non-kompetisi, namun karya-karya yang akan
di-screening (diputar) telah terlebih dahulu dikurasi oleh kurator
Purbalingga Film Festival 2009.
I Kompetisi Film
Program
kompetisi terbuka bagi pelajar SLTA se-Banyumas Besar. Dewan juri akan
memilih 2 (dua) film pendek terbaik. Kompetisi ini dimaksudkan memberi
ruang berekspresi sekaligus merangsang kegairahan pelajar SLTA dalam
membuat film pendek.
I Layar Cafe
Merupakan pemutaran di cafe atau rumah makan, bermaksud memperluas jangkauan festival sekaligus memberi kesempatan pada masyarakat Purbalingga dan sekitarnya untuk turut merayakan Purbalingga Film Festival. I Bursa Film Dimana para komunitas-komunitas film se-Indonesia akan memajang karya-karya mereka sehingga memudahkan para pengunjung untuk lebih mengenalnya serta mendapatkan merchandise yang tersedia. I Diskusi Film Program ini mengetengahkan pegiat film ternama dan diskusi seputar persoalan perfilman tingkat lokal dan di Indonesia pada umumnya. Sehingga memungkinkan para penikmat film dan pegiatnya bisa saling terhubung dalam diskusi interaktif tersebut yang juga terbuka bagi masyarakat umum. | BEHIND the SceneDirektur Festival Bowo Leksono Kurator & Programer Dimas Jayasrana Bowo Leksono Sigit Harsanto Parade Film Heru Catur Wibowo Insan Indah Pribadi Bursa Film Trisnanto Budidoyo Sari Handayani Layar Cafe Kukuh Dwi Lukito Keuangan Trisnanto Budidoyo
Blog lengkap Purbalingga Film Festival klik disini
|
|
| Last Updated ( Wednesday, 25 February 2009 ) |
| < Prev | Next > |
|---|
Domain gratis www.jenengerika.co.cc
Sing gawe website: topendwebdesign.com.au
goleti.com Banyumas Online Magazine neng Facebook
Think Green



















