Advertisement
Wednesday, 08 September 2010
SmallMediumLarge
Home arrow Citizen Journalism arrow Kondisi AIDS di Jawa Tengah : Banyumas # 2!
Kondisi AIDS di Jawa Tengah : Banyumas # 2! PDF Print E-mail
Saturday, 04 April 2009

Oleh : Irawan

Beberapa minggu yang lalu pas lagi nyantai weekend dirumah online di facebook karena kadang punya waktunya cuman sabtu munggu atau malam hari saja dan tidak bisa online di kantor, saya sempat berbincang tentang kondisi karesidenan Banyumas saat ini. Teman saya bilang selain kampanye kampanye gak karuan, ada berita bahwa Banyumas menempati peringkat kedua tentang kondisi HIV/AIDS sekarang ini. Kemudian beberapa hari yang lalu, dari teman yang bekerja di organisasi yang menangani masalah AIDS di indonesia membenarkan hal tersebut.

Cukup memprihatinkan memang mengingat Banyumas dan sekitarnya bukan termasuk kota metropolitan yang gegap gempita dengan kehidupan malam atau pola hidup yang tidak sehat seperti Jakarta atau Surabaya. Sepertinya hampir tidak percaya dengan kenyataan yang ada, setelah berita tentang korupsi sekarang berita tentang AIDS.  Teman saya kemudian langsung mengirim data akurat seperti yang terlampir di bawah ini.
 
Sempat di salah satu milis yang saya ikuti ada diskusi atau keluhan yang tidak begitu ditanggapi oleh anggota yang lain, justru malah terkesan dikesampingkan karena gak penting. Saya ingin menanggapi tapi tidak tahu harus bilang apa, mungkin sama seperti rekan rekan yang lain.  Keluhan tersebut adalah tentang bebasnya pergaulan anak anak sekitar kampus Unsoed yang semakin berkembang ke arah kebebasan dan aturan mereka sendiri.
 
Saya kurang paham betul apakah peringkat  pengidap HIV di Banyumas ada hubungannya dengan keluhan tersebut diatas, tapi merupakan suatu kebetulan yang besar. Dan kemungkinan besar karena adanya wilayah lampu merah di daerah Baturraden yang entah mengapa di negara beragama ini masih ada dan tidak hanya di Banyumas dan sekitarnya saja masih eksis.
 
Saya beranggapan bahwa pembaca sudah dewasa dan objektif menanggapi tulisan saya dan tergerak untuk berpartisipasi sesuai dengan kemampuan. Data yang saya lampirkan berdasarkan jumlah penduduk dan  pengidap HIV. Saya tidak punya misi apa apa tapi sekedar menyediakan media untuk menyampaikan informasi yang harus diketahui kalangan luas. Penulis juga masih menunggu tulisan relevan dari teman dan akan diupload di website ii.
 
Klik link ini untuk membaca dataya. Link.
 
NB: Tulisan sudah diralat dari tulisan aseli atas kekhilafan penulis, mohon maaf. Link ini untuk menuju tuliasan Staf Monioring dan Evaluasi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional: Link
Comments
Add New Search RSS
BONEK SURABAYA   |Dikirim sekang IP:203.201.173.xxx |2010-08-03 15:32:19
kalau sebuah daerah mau maju,maka untukurusan esek-esek juga harus maju, lihatlahbagaimana SURABAYA berkembang pesat dan terkenaldenganikon DOLY nya,lalau JAKARTA sang Ibu kota terkenal dengan
berbagai kawasan merahnya...
saya menyarankan lestarikan kawasan merah di batu raden,biarlah dikelolah secara profesional bisnis, dan juga pergaulan bebas di kos sekitar unsoed,hal itu akan menjadikan
sebuah perkotaan berkembang pesat..
untukmasalah HIV /AIDS,sudah seyognyanya orang yang berganti-ganti pasangan selalu memakaikondom.
be safe....,enjoy your life...,
slamet riyadi  - melu sedih   |Dikirim sekang IP:202.57.0.xxx |2010-02-02 15:39:35
kudu pada sering melu ngaji,ben pengetahuan tentang agamane bener lan tambah...insya alloh orang yang dekat dengan tuhannya akan takut berbuat dosa.
arifin   |Dikirim sekang IP:125.160.212.xxx |2009-06-30 09:46:19
waduh kalau gitu musti hati2 nih, apa karena di nusakambangan menjadi penjaranya para bandar dan bos narkoba, akibatnya peredaran narkoba ikutan meramekan ciacap yang notabene adalah mediator
penularan hiv
erna  - perlu info yang benar   |Dikirim sekang IP:125.163.191.xxx |2009-05-13 14:24:28
bukan masalah angka tinggi rendah jumlah kasus HIV di Banyumas dan Cilacap atau daerah lain, dana tidak semua kasus HIV disebabkan sexualitas, bisa lewat jarum suntik pada pengguna narkoba suntik dll,
liat data AIDS di Indonesia Maret 2009 connect to http://www.spiritia.or.id, terlihat jumlah penderita 53% usia 15-29 th, usia produktif sekali, so perlu informasi yang benar dan bertanggung jawab
kepada mereka yang notabene seksualitasnya lagi tinggi, agar mereka bisa menjaga diri mereka sendiri dan orang-orang yang mereka sayangi disekitarnya dari perilaku beresiko. ingat ABCD =Abstinence
puasalah, Befaitful setialah, Condom pakai nek wis gak iso A&B , D = say no drug. be carefull your life
suranto   |Dikirim sekang IP:125.167.230.xxx |2009-04-09 11:46:15
Astaghfirullah.....keprihatinanku sangat mendalam bro......
Nanda   |Dikirim sekang IP:152.118.24.xxx |2009-04-07 15:13:49
ya memang sangat memprihatinkan mendengar kabar itu,, mungkin untuk memberantas seks bebas memang sulit karena itu terselubung.... memang harus adanya perubahan tapi perubahan yang paling mendasar itu
paling tidak kesadaran dari setiap orang akan azab, serta dampak negative dari seks bebas. semoga Allah memberi petunjuk pada mereka ke jalan yang benar..amin
Icank  - Waaah... Kampung halamanku.. :(   |Dikirim sekang IP:118.136.240.xxx |2009-04-07 08:59:02
Ternyata urutan teratas yah.. daerah kita, apa pasalnya daerah Banyumas dan Cilacap itu lebih dkt dengan kota besar? jd ekses dari budaya kota besar yang menurutku "sudah mulai luntur nilai
sosialnya.." merambah ke daerah kita.. jadi mgkn saja anak2 muda kita di banyumas mengikuti pola hidup di kota besar dan di dukung saran teknologi yg memberi kemudahan itu memberikan cepatnya
perubahan ... dari budaya yg dulu masih menghormati bahkan cenderung takut sama orang tua.. tapi mungkin kini luntur... atau majunya pendidikan justru malah menjadi anak2 muda kita di banyumas
"minteri" orang-orang disekitarnya.. sehingga kebebasan dianggap hal yang wajar... Mgkn krn berpola demikian jadi HIV /AIDS di Banyumas menjadi tinggi... betul, blm ada pencegahnya... tapi
setidaknya kalau sudah terlanjur seperti demikian, mau tidak mau kita siap untuk menerima ODHA tersebut tanpa dibedakan, sehingga mereka tidak terkucil dan merasa tersendiri... selanjutnya.. kita bina
anak2 muda kita agar tidak bertambah lagi dan kebablasan... kita juga turut prihatin.. semoga saja Pemerintah Banyumas tanggap dan bisa setidaknya menekan perkembangan HIV/AIDS di Banyumas tercinta...
anoer   |Dikirim sekang IP:60.253.112.xxx |2009-04-07 04:57:15
emmm,,,
gini lho,,mungkin d tempat lain jg banyak pergaulan bebas,prostitusi dsb,,,
tp yang apesnya (atau untungnya??)di banyumas buat menangkal aids-nya kurang,,,
jd banyak dh yg kena aids,,,
Friedo  - Bener,,   |Dikirim sekang IP:202.70.55.xxx |2009-04-07 01:58:12
emang bener kalo Banyumas menempati peringkat kedua tentang kondisi HIV/AIDS,,cuz emang daerah sekitar kampus kadang di jadiin ajang pergaulan bebas(rumah kontrakan/kost-kostan)yang notabene 'si
empunya' rumah kontrakan/kost-kostan tidak bertempat tinggal di wilayah tersebut,,
kadang terdengar "ayam kampus" yang saya kira itu nama makanan yang ada di sekitar
kampus,,,
eeeeehhh,,ternyata "P***K" yang selama ini emang bertambah banyak!!
tolong di tindak lanjuti,,
hhe,,
Haryo  - Prihatin   |Dikirim sekang IP:125.161.12.xxx |2009-04-07 01:05:18
Saya cukup prihatin dengan kondisi tersebut diatas. Yang perlu jadi perhatian adalah orang-orang yang tidak berdosa yang tertulari (misalnya istri dari suami yang suka'jajan', anak yang
dikandung penderita). Kalau yang menjadi penderita adalaha pelaku maksiat, di karantina saja samapai mereka tobat(diterima ngga ya ketika nyawa sudah di ujung leher)dan menghadap kepada tuhannya.
Aaz Bahaudin  - mbuh..   |Dikirim sekang IP:118.97.108.xxx |2009-04-06 15:25:59
wah.. banyumas ancoor..
muhammad agung nugroho  - katakan tidak untuk KONDOM!!!!   |Dikirim sekang IP:125.163.242.xxx |2009-04-06 10:48:49


SAYA sudah tidak heran lagy,kebetulan saya adalah activis mahasiswa dan kuliah dikedokteran...banyak pihak yang pro-"FREE SEKS" menggemborkan safety SEX menggunakan
KONDOM...dan AIDS bisa dicegah oleh KONDOM..padahal dari berbagai jurnal penelitian mengatakan bahwa KONDOM sama sekali tidak efektive tuk mencegah HIV/AIDS...jadi yang PALING EFEKTIVE adalah SOS =
SAVE OUR SEX alias jangan berhubungan SEKS sembarangan dan berhubungan SEX dengan MITRA yang SAH........coba AMATI para LSM " LIBERAL " pasti jika memperingati hari AIDS selalu melakukan upaya
" KONDOMISASI " dikarenakan ingin budaya FREE SEX makin marak dikalangan REMAJA dan bISNIS KONDOM makin untung.....karena itu saya ajak sodara semua...mari katakan TIDAK UNTUK KONDOM!!!!!
danny ezmaeel  - Raos kuciwo saking wong Mbanyumas   |Dikirim sekang IP:125.163.130.xxx |2009-04-06 07:15:45
Lha niku, kula selaku wong Mbanyumas jan Priatin banget maos berita niki. Teng batos kula nggih teksih tanda tanya napa leres punika? nek kira -kira leres nggih mangga selaku tiyang mbanyumas kito
sesarengan usaha supados perkawis niki saged tambah sae, pihak pemda, LSM lan masyarakat mangga lah sami-sami mbantu, ampung ditunda mbok malah ketula-tula...
Indra Yudha   |Author |2009-04-06 04:49:16
Yah, maaf lagi.... mempelajari sejarah, banyak orang mengatakan bahwa orang Yahudi secara umum adalah jenius, sekali lagi mohon maaf mugkin agak menggagu..... tolong cari wacana tentang orang
yahudi..... terjemahan kami takut keliru....
Yanti Susanti  - Mrs   |Dikirim sekang IP:202.152.13.xxx |2009-04-06 04:48:16
Dear Irawan,

Mungkin teman dari KPA Banyumas bisa juga membuat tulisan mengenai apa saja yang sudah dilakukan KPA Banyumas untuk mencegah dan menanggulangi HIV AIDS ini di wilayahnya?

salam,
yanti
susanti
Administrator  - re:   |SAdministrator |2009-04-06 04:24:00
sekedar meluruskan mas Iwan, memang benar Banyumas jadi nomor dua di Jateng, tapi tidak benar kalau nomor satunya Cilacap. mohon dicermati lagi datanya, memang Cilacap ditempatkan nomor satu,
tapi itu bukan berdasar jumlah kasus. yang benar, peringkat pertama masih kota semarang.
mohon informasinya segera diralat, karena bisa diprotes wong Tlatjap

Terimakasih Mas
Anggit, saya sempat khilaf dengan Case Rate = Jumlah Kumulatif AIDS dibagi Jumlah penduduk... Data tersebut diatas ternyata diurutkan secara Acak/Random.
anggit wirasto   |Dikirim sekang IP:125.163.245.xxx |2009-04-06 04:02:46
sekedar meluruskan mas Iwan, memang benar Banyumas jadi nomor dua di Jateng, tapi tidak benar kalau nomor satunya Cilacap. mohon dicermati lagi datanya, memang Cilacap ditempatkan nomor satu, tapi
itu bukan berdasar jumlah kasus. yang benar, peringkat pertama masih kota semarang.
mohon informasinya segera diralat, karena bisa diprotes wong Tlatjap
Icank   |Dikirim sekang IP:118.136.240.xxx |2009-04-07 09:17:13
setidaknya, Pemerintah Banyumas perlu kampanye lebih sering dan lebih dekat lagi ke masyarakat.... walaupun nomor berapa urutannya tapi sudah menjadi kewajiban kita sebagai orang banyumas untuk ikut
partisipasi pencegahan, mgkn dengan situs ini pejabat pemerintah Banyumas dan Cilacap membaca, jadi setidaknya bisa menjadi acuan didalam memberikan kebijakan pemerintahannya... semoga saja ...
Indra Yudha   |Author |2009-04-06 03:56:23
No coment....
TAnpa harus menyalahkan orang lain, yang jelas kesiapan kita menghadapi kaum YAhudi terlena......
maaf nih........
Administrator   |SAdministrator |2009-04-06 04:31:13
Maaf Pak Yudha, hubungannya dengan Yahudi Apa ya?
tim   |Dikirim sekang IP:202.70.55.xxx |2009-04-07 03:06:08
Yudhi itu sendiri kan nick name dari Yahudi... toh.....
Atau salah satu dari pengagumnya.....
Zeeta  - Ms.   |Dikirim sekang IP:125.160.238.xxx |2009-04-06 02:56:00
Saya rasa ini cukup mengangetkan juga tp bisa ditebak. Untuk cilacap mungkin karena kota pesisir dimana banyak pendatang hilir mudik melalui pelabuhan jadi pastinya resiko HIV/aids cukup tinggi.
Sedangkan banyumas yang merupakan tetangga dari cilacap juga menanggung resiko yg sama. Purwokerto yang menjadi bagian dari banyumas, menurut saya HIV/Aids pasti berkembang pesat dari kalangan muda
dimana narkoba dengan penggunaaan jarum suntik merupakan motif pertama tingginya angka tersebut. Kalau untuk sex bebas dikalangan mahasisa/pelajar saya rasa tidak tinggi2 amat (ada tp tidak terlalu
banyak). kalau kehamilan diluar nikah dan pernikahan dini nah itu pasti lebih banyak....
sholeh  - AIDS   |Dikirim sekang IP:124.81.42.xxx |2009-04-05 16:23:57
AIDS BUKAN HANYA PENYAKIT,tapi juga azab/siksa bagi para pembangkang2 TUHAN.
dengan segala macam sebab. pergaulan bebas atau jarum suntik (narkoba)
saya pikir itu setimpal
dengan amal perbuatanya. sebelum terjerumuz marah jika di ingatkan. setelah kena minta belas kasihan.pemicu sebab aids ada dua.
1.kekurangan uang.
2.kelebihan uang.
akan tetapi bila dua sebab itu di
pager dengan IMAN pasti aman. tapi jika mengikuti SEYTAN dunia akherat siksa'anya.
jayanto  - it's make shock   |Dikirim sekang IP:125.163.186.xxx |2009-04-05 16:20:00
wah..wah... ga nyangka jg ya ternyata tinggi jg tingkat pengidap HIV di banyumas. memang perilaku tak sehat ga jauh dr ank2 muda yg uda mulai bergaya hidup tidak sesui dengan norma2. saya sbg
mahasiswa unsoed sndiri sbenarnya memang tidak menutup mata kalo pergaulan bebas di kalangan mahasiswa pun memang ada dan terjadi (esp mahasiswa unsoed. karena saya pun pernah diceritakan beberapa
teman sya sbg pelakunya,sbenarnya dlm hati si merasa perihatin, tapi untuk coba mencegahnya pun tidak pnya kapasitas yg besar. mungkin melalui forum ni sya hanya bisa mengimbau untuk kalangan ank muda
(mahasiswa) utk tidak melakukan hub.sex bebas, dan juga penertiban Kos-kosan mahasiswa karena kosan yg bebas merupakan tempat yg byk dimanfaatkan para pasangan2 muda.
Ali Rahmat  - Saya Ikut Prihatin   |Dikirim sekang IP:125.161.39.xxx |2009-04-05 14:22:28
Maraknya pergaulan bebas di daerah Banyumas dan sekitarnya menjadikan berbagai macam penyakit ini menghantui mereka yang suka gonta-ganti pasangan. Kayannya sudah buka rahasia lagi bahwa pergaulan
anak-anak muda jaman sekarang sudah banyak yang kelewat batas. Kemajuan teknologi seperti sarana telekomunikasi yang semakin mudah semakin menggampangakan mereka untuk bertemu kemudian berbuat hal-hal
yang ridak sesuai dengan aturan agama.

Apalagi di daerah wisata seperti Baturraden juga sudah bukab menjadi rahasia lagi ada tempat prostitusi yang sampai sekatang masih eksis (kayanya).

Jadi, ini
harus dari kesadaran diri sendiri unruk setia kepada pasangan bila sudah menikah, dan bagi yang belum menikah bersabar, berpuasa, sampai saatnya nanti mampu untuk menikah. Kaya kuwe ndean ya,,,
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Monday, 06 April 2009 )
 
< Prev   Next >
 

gayatri.gif 

Outward  Klik spanduk lihat untuk detail!


General Editorial Editor Copy of Jajanan
Banyumas Arts Banyumas Arts Banyumas has various unique arts and cultural aspects. From the magical Ebeg Show which now still being the main cultural show to modernize one like the "Kentongan Orchestra" which is a bamboo musical instrument that played in mass parade. Behind its unique language, this region has the richness of the welknown Javanese culture. The Scultpture arts from Banyumas is not as popular as other part of Java like Jogjakarta with its Prambana...Readmore

Domain gratis www.jenengerika.co.cc

Sing gawe website: topendwebdesign.com.au

te

BangsariBlog

  Blogger Bangsari
 





  infin.gif 

I love BMS

  ilovebms.jpg
 

Think Green

  thinkgreen_big.gif
 

  email: tom_blenk@yahoo.com